Gejala Asam Urat Atau Bukan ?

Nyeri di lutut bisa disebabkan oleh Rheumatoid Arthritis

Gejala asam urat atau bukan ? Pertanyaan ini sering mengusik banyak orang saat kakinya terasa nyeri dan linu, karena Asam Urat sering diartikan sebagai nama penyakit dengan timbulnya gejala tersebut, terutama di bagian kaki. Sehingga ketika seseorang merasa nyeri atau linu di lutut, langsung disimpulkan sendiri sebagai gejala sakit asam urat. Ironisnya, dengan kesimpulannya itu lalu mengkonsumsi obat asam urat yang pernah dibaca pada iklan di berbagai media cetak maupun online.

Banyaknya iklan obat herbal yang menawarkan obat sakit asam urat (yang gejalanya terlanjur dipahami sebagai rasa nyeri atau linu) seringkali membuat masyarakat menafsirkan bahwa jika mengalami gejala tersebut, maka yang bersangkutan menderita penyakit asam urat dan langsung diobati sendiri dengan obat herbal (padahal sebagian ternyata mengandung bahan kimia sintetis),  sehingga dilarang beredar oleh BPOM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan)

Pilihan tersebut umumnya didasarkan pada pertimbangan lebih hemat secaraekonomis. Kalau untuk memeriksakan diri ke dokter akan mengeluarkan biaya lebih banyak, apalagi jika obat dari resep dokter yang harus dibeli di apotik biasanya mahal. Padahal sebenarnya ada obat asam urat generik yang harganya jauh lebih murah tetapi khasiatnya sama.

Sedangkan untuk menggunakan obat asam urat tradisional, seperti jamu yang dibuat langsung dari berbagai tumbuhan, selain kurang praktis juga sulit mendapatkan bahan-bahannya. Apalagi jika penderita tinggal di daerah perkotaan yang jauh dari sawah, lahan perkebunan atau tepian hutan dimana tumbuh-tumbuhan tersebut banyak dijumpai.

Rasa nyeri atau linu di lutut bisa disebabkan oleh beberapa penyakit, diantaranya : Trauma atau infeksi urat dan sendi lutut, Osteoarthritis atau pengapuran tulang, Obesitas atau kegemukan, Rheumatoid Arthritis atau kelainan sistem kekebalan tubuh dan kelainan darah, dan lain-lain termasuk Asam Urat. Secara keseluruhan terdapat lebih dari 100 jenis penyakit rematik yang gejalanya mirip satu sama lain sehingga sulit dibedakan.

Peradangan pada Rheumatoid Arthritis bisa menyebabkan nyeri sendi, kekakuan, dan pembengkakan yang mirip dengan dialami oleh penderita asam urat. Akibat dari peradangan ini juga tak kalah “seramnya” jika dibandingkan senganakibat asam urat, yakni bisa menyebabkan hilangnya fungsi sendi karena kerusakan tulang dan tulang rawan yang bisa berujung pada kecacatan permanen.

Di Indonesia, diperkirakan 0,1 - 0,3 persen penduduk menderita Rheumatoid Arthritis. Bila tidak segera mendapatkan pengobatan yang tepat penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan permanen pada sendi. Penyakit ini juga bisa menyebabkan berbagai gangguan pada organ lain, misalnya jantung dan meningkatkan risiko keganasan pada penyakit lain.

Jadi, sangat tidak bijak jika berdasarkan gejala itu lalu disimpulkan sebagai penyakit asam urat.


Nyeri di lutut tidak selalu gejala asam urat

Pengertian asam urat disini adalah kadar asam urat tinggi dalam darah atau disebut Hiperurisemia. Akibatnya kelebihan asam urat dalam darah tersebut akan terakumulasi dan mengendap di dalam urat dan jaringan lunak di bawah kulit. Endapan kristal asam urat inilah yang menimbulkan tanda-tanda peradangan seperti rasa sakit, rasa panas, kemerahan dan bengkak pada urat atau sendi lutut. Penyakit ini disebut Gout atau Gouty Arthritis, atau bahasa gaulnya Asam Urat.

Kesimpulannya, karena nyeri atau linu di lutut bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, maka bukan mutlak gejala penyakit Gout atau Gouty Arthritis yang terlanjur disebut sebagai penyakit asam urat. Gout atau Gouty Arthritis memiliki gejala yang lebih spesifik. Untuk memastikan dan melakukan pencegahan dini perlu dilakukan pemeriksaan kadar asam urat dalam darah di laboratorium atau cukup ke dokter karena sekarang sudah ada perangkat lab portable.


Artikel terkait dengan Obat Asam Urat :

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More