Asam Urat Hanyalah “Warning” dari Hiperurisemia


Obat asam urat dan informasi yang terkait dengan gejala penyakit itu tiba-tiba menjadi penting ketika seseorang baru menjadi korban penyakit yang juga disebut sebagai Gouty arthritis. Umumnya serangan terjadi pada malam hari dan korban baru menyadari ketika bangun pagi hari mengetahui bahwa ibu jari kaki sudah menjadi bengkak kemerahan dan terasa sakit setiap kali digerakkan.

Korban langsung tahu bahwa dia terkena serangan asam urat, karena kondisinya sama persis seperti dialami oleh rekan-rekannya yang pernah sakit asam urat. Solusinya, tentu saja ke dokter. Cukup dengan pemberian obat penghilang rasa sakit dan anti inflamasi, rasa sakitnya akan berangsur hilang dan bengkaknya pun akan  mengempis.

Memang butuh beberapa hari untuk menyesuaikan diri beraktivitas dengan jempol jari kaki yang sakit dan membengkak. Tetapi setelah itu hanya perlu minum obat dokter secara rutin sambil mengingat beberapa jenis makanan yang harus dihindari. Jika sesekali terpaksa dilanggar juga tak masalah, bukankah sudah rutin menelan allopurinol setiap hari ?

Begitulah gambaran banyak penderita asam urat, mereka beranggapan bahwa asam urat semata-mata adalah timbulnya rasa nyeri di jempol kaki karena bengkak. Meskipun rasa sakitnya luar biasa, tetapi bisa dengan mudah diatasi dokter. Penyakit asam urat dianggap sebagai “penyakit puncak”, padahal sebenarnya hanyalah gejala dan sekaligus “warning” dari Hiperurisemia.

Apa itu Hiperurisemia ?

Hiperurisemia yang sudah dikenal sejak abad ke 5 sebelum Masehi adalah konsentrasi monosodium urat dalam plasma melebihi batas kelarutan yang menurut ketentuan WHO batas normal berkisar antara 2 - 7,5 mg/dl untuk laki-laki dewasa dan untuk wanita dewasa berkisar antara 2 - 6,5 mg/dL. Bahasa gampangnya adalah meningkatnya kadar asam urat dalam darah sampai melebihi batas normal. Gejala hiperurisemia yang paling umum adalah terjadinya serangan mendadak pada sendi, terutama sendi ibu jari kaki.

Serangan pertama umumnya terjadi pada tengah malam, korban akan merasakan sendi menjadi cepat bengkak, kemerah-merahan dan terasa panas. Rasa nyeri yang yang paling kuat dirasakan di bagian kaki, terutama di bagian sendi ibu jari kaki. Bisa juga pada sendi-sendi tangan karena di bagian-bagian tersebut pertama kali monosodium urat mengendap sebelum akhirnya mengendap di jaringan lainnya.

Kalangan medis membagi Hiperurisemia ini menjadi tiga, yaitu :

01. Hiperurisemia Primer
Hiperurisemia primer tidak disebabkan penyakit lain, tetapi karena memang terjadi peningkatan asam urat serum yang disebabkan oleh kelainan enzim atau kelainan molekuler yang belum diketahui secara jelas. Hiperurisemia Primer ini dialami oleh hampir semua penderita.

02. Hiperurisemia Sekunder
Hiperurisemia sekunder adalah terjadinya peningkatan kadar asam karena produksinya yang berlebihan akibat gangguan metabolisme purin yang disebabkan oleh defisiensi glucose-6-phosphatase atau fructose-6-aldolase. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat keterterkaitan dengan penyakit lain.

03. Hiperurisemia Idiopatik
Hiperurisemia idiopatik terjadi karena penyebab primer yang tidak jelas, kelainan genetik, atau faktor fisiologi dan anatomi.

Hiperurisemia lebih sering dialami oleh laki-laki setelah berusia diatas 40 tahun, karena biasanya pada usia tersebut cenderung memiliki masalah dengan otot dan persendian. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, batasan usia korban asam urat cenderung ke usia yang lebih muda. Gaya hidup modern telah mengubah selera dan pola mengkonsumsi makansn yang mengandung banyak purin.

Ironisnya gaya hidup modern tak selalu disertai dengan cara pandang yang kritis dalam menghadapi masalah. Salah satunya dengan menganggap asam urat sebagai suatu penyakit yang bersifat final. Padahal gouty arthritis yang populer dengan sebutan penyakit asam urat hanyalah salah satu gejala dari hiperurisemia yang keseluruhannya terbagi dalam 4 stadium :

Stadium I : Umumnya ditandai dengan rasa sukar untuk berkonsentrasi
Stadium II : Mengalami serangan asam urat, seringkali terjadi pada ibu jari kaki dengan tanda bengkak, terasa panas, kemerahan dan sangat nyeri. Beberapa penderita mengalami serangan pada beberapa persendian sekaligus Meskipun akibat serangan ini tanpa diobati akan mereda dengan sendirinya setelah lewat paling lama sepuluh hari.
Stadium III : Frekuensi serangan asam urat lebih meningkat, stadium ini juga disebut fase interkritis.
Stadium IV : Telah terjadi serangan akut, pada sekitar sendi-sendi ditumbuhi tophi yaitu kristal-kristal asam urat yang telah mengeras. Akibatnya sendi-sendi mengalami kerusakan yang mengakibatkan cacat sendi.

Sendi jari-jari yang cacat akibat serangan akut asam urat.

Tragisnya banyak penderita hanya berusaha untuk menyembuhkan rasa nyeri yang mereka alami, padahal dibalik asam urat atau gouty arthritis yang merupakan gejala hiperurisemia itu tersimpan potensi yang bisa mengakibatkan beberapa komplikasi serius, diantaranya :

  1. Stroke. Asam urat bisa menumpuk di pembuluh darah yang menyebabkan aliran darah tidak lancar, akhirnya tersumbat dan terparah bisa mengakibatkan stroke.
  2. Gagal ginjal. Kadar asam urat yang tinggi akan mengendap dalam ginjal, sehingga dapat mengganggu kinerja ginjal, akhirnya merusak ginjal dan akibat terparah adalah terjadi gagal ginjal.
  3. Penyakit jantung. Asam urat dapat menyerang endotel lapisan bagian paling dalam pembuluh darah besar. Jika endotel mengalami disfungsi atau rusak, akan mengakibatkan penyakit jantung koroner.
Hiperurisemia menyimpan potensi besar yang bisa menyebabkan penderitanya mengalami penyakit-penyakit lebih berat. Akibatnya bukan saja bisa mengganggu kehidupan penderita hiperurisemia, tetapi juga mengakhiri hidupnya.


Artikel terkait :

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More