Penyakit Asam Urat Tertinggi Setelah Hipertensi


Juimlah penderita penyakit asam urat di Indonesia cukup memprihatinkan

Penyakit asam urat ternyata memiliki rangking yang patut diperhitungkan oleh masyarakat Indonesia, karena menurut hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 penyakit ini termasuk memiliki prevalensi tertinggi, yakni 24,7 persen. Persisnya nomor dua setelah Hipertensi, 25,8 persen.

Peringkat ketiga diduduki oleh penyakit Hepatitis B dengan prevalensi mencapai 21,8 persen. Dibawahnya adalah Balita kurang gizi yang secara nasional prevalensinya sebesar 19,6 persen. Sedangkan yang terakhir dari lima penyakit yang bisa merenggut nyawa penderitanya ini diduduki oleh Serangan Stroke dengan prevalensi mencapai 12,1%.

Menurut data riset kesehatan dasar tersebut, provinsi dengan prevalensi mengidap penyakit sendi tertinggi adalah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan prevalensi 33,1%, Jawa Barat 32,1% dan Bali 30,0%.

Jika di dalam negeri penyakit asam urat menjadi ancaman tertinggi kedua, maka untuk skala internasional berdasarkan survei WHO, Indonesia merupakan negara terbesar ke 4 didunia yang penduduknya menderita asam urat. Survey badan kesehatan dunia tersebut juga menunjukkan rincian bahwa di Indonesia penyakit asam urat 35% terjadi pada pria di bawah usia 34 tahun.

Data tersebut mengindikasikan bahwa kini masyarakat menerapkan gaya hidup yang kurang memperhatikan kesehatan. Trend makanan fast food yang berasal dari Barat membuat masyarakat cenderung mengonsumsi makanan yang sebenarnya kurang sehat, sekaligus cenderung meninggalkan konsumsi makanan sayur, buah-buahan, serta makanan bergizi lainnya.

Keadaan yang memprihatinkan justru penyakit-penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes, stroke, termasuk asam urat yang biasanya diderita oleh usia diatas 40 tahun, kini cenderung dialami oleh mereka yang berusia lebih muda. Sepertiga dari penderita penyakit asam urat di Indonesia berusia di bawah 34 tahun !

Penyakit Asam Urat akibat gaya hidup yang tidak sehat
Penyakit asam urat di Indonesia 35% dialami pria di bawah usia 34 tahun.

Jika jumlah penderita penyakit asam urat memiliki prevalensi cukup tinggi, maka yang bisa dituding sebagai penyebab utamanya adalah perubahan ke pola makan yang tidak sehat. Tetapi penyebab tersebut bisa diminimalisir dengan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penyakit asam urat.

Pada umumnya, orang akan peduli dan mencoba memahami penyakit asam urat apabila sudah menjadi penderita dari penyakit tersebut. Hal ini bisa dimaklumi karena termotivasi oleh keinginan untuk mendapatkan informasi secara terinci sebagai referensi untuk melakukan pengobatan secara efektif agar bisa cepat sembuh seperti sediakala.

Terkait dengan masalah tersebut, memberikan pemahaman tentang penyakit asam urat akan lebih efektif apabila dilakukan terhadap para penderita. Menurut pedoman yang dikeluarkan oleh American College of Rheumatology, hal yang paling penting adalah edukasi tentang serangan asam urat yang tak terduga akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan berpurin tinggi yang tak disadari.

Sedangkan untuk mengurangi prevalensi penyakit asam urat dalam masyarakat diperlukan pencegahan berupa sosialisasi tentang korelasi antara pola makan yang sehat dengan penyakit asam urat. Upaya ini hanya bisa dilakukan oleh pemerintah melalui instansi terkait, dalam hal ini departemen kesehatan.

Tentu saja selain memerlukan perencanaan program yang matang juga anggaran yang cukup besar, sementara departemen ini masih memiliki beberapa target yang lebih penting dan perlu diprioritaskan. Upaya lain sebagai bentuk pencegahan dini bisa dilakukan dengan mengaplikasikan informasi mengenai bahaya kadar asam urat tinggi dalam pendidikan kesehatan di sekolah dasar.

Pada prinsipnya pencegahan prevalensi penyakit asam urat adalah bagaimana menumbuhkan kesadaran individu terhadap pentingnya menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan sehari-hari, sementara kondisi di luar hiruk pikuk dengan bermacam iklan dan promosi oleh industri makanan yang saling mengklaim paling lezat, tapi tak peduli sehat atau tidak sehat.


Artikel terkait dengan Penyakit Asam Urat Tertinggi Setelah Hipertensi :

0 komentar:

Poskan Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More